Dina mempunyai nama lengkap Dina Apriana, lahir tanggal 05 Oktober 1986 di Cilacap, Jawa Tengah. Dia putri bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya bernama Hadi Prayitno dan ibunya bernama Tukinem. Kedua orangtuanya berprofesi sebagai pedagang.
Jika dibandingkan dengan ketiga saudaranya Dina merupakan anak kesayangan ayahnya. Sejak kecil ia sangat dekat dengan ayahnya. Pada saat dia masih kecil ayahnya sering mengajaknya bersepeda mengelilingi desa. Bahkan saat dia akan mulai kuliah di Semarang pun ayahnya bersedia menemaninya sampai ke Semarang. Hal tersebut sama sekali tidak pernah dialami oleh ketiga kakaknya.
Sejak kecil Dina selalu mengikuti berbagai lomba di SD nya. Ini karena pengaruh dari kakak perempuannya yang juga bersekolah di SD tersebut. Kakaknya merupakan siswa teladan di sekolah itu. Dia sangat pintar dan selalu diikutkan dalam perlombaan. Guru-guru juga mengira jika kakaknya pintar pasti adiknya juga pintar. Sebenarnya Dina tidak sepintar kakaknya. Ia hanya beruntung mempunyai kakak yang pintar sehingga ia juga dipercaya mewakili SD nya dalam berbagai perlombaan. Di perlombaan yang diikutinya pun ia hanya bisa mendapat peringkat 2.
Dina lulus dari SD Negeri 2 Gunung Simping tahun 1999 dan melanjutkan ke SMP Negeri 4 pada tahun yang sama. Kemudian setelah lulus dari SMP pada tahun 2002 dia melanjutkan sekolahnya ke SMA Negeri 1 Cilacap. Sebenarnya saat dia akan mendaftar ke SMA, dia sama sekali tidak berminat untuk mendaftar di SMA Negeri 1 Cilacap karena dia sadar akan kemampuan otaknya. SMA itu merupakan SMA favorit di kota Cilacap. Dan yang bersekolah di sana umumnya mereka yang memiliki kemampuan otak yang luar biasa. Namun, karena paksaan dari kakak perempuannya Dina pun akhirnya mau menurutinya. Tanpa disangka dia berhasil lolos dan masuk ke SMA tersebut. Di tahun pertama dia merasa tidak sanggup bersekolah di sana. Nilai pelajarannya selalu jelek. Apalagi nilai pelajaran eksak seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi. Di tahun kedua pun dia masih belum bisa memperbaiki nilai eksaknya. Sampai akhirnya di tahun ketiga Dina memutuskan untuk memilih program bahasa. Keputusan ini dia ambil karena di program bahasa pada ujian akhir nanti tidak akan ada pelajaran eksak yang diujikan sehingga dia bisa lulus dengan nilai baik.
Dina berhasil lulus dari SMA Negeri 1 Cilacap pada tahun 2005. Dan kini dia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Negeri Semarang. Di sana ia mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan itu berarti dia diharapkan untuk menjadi guru setelah lulus nanti. Padahal dia tidak pernah bercita-cita untuk menjadi guru apalagi menjadi guru Bahasa Indonesia. Dia hanya mengikuti jejak kakak perempuannya yang sekarang menjadi guru Bahasa Inggris di sebuah SMP swasta di Cilacap. Sejak kecil ia bercita-cita menjadi dokter. Namun, saat ia duduk di bangku SMA dia sadar bahwa ia tidak sanggup untuk menjadi dokter. Saat itu ia hanya ingin mampu menguasai komputer dan bisa bekerja di kantoran atau membuka usaha seperti kedua orangtuanya.