Dinapooh’s Weblog

Mei 27, 2008

Bisa ga ya???

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — dinapooh @ 8:10 am

Hi….semua…..

Aku DINA APRIANA panggil aja Dina. Aku lahir tanggal 5 Oktober 1986. Itu pas Hari Jadinya TNI lho. Wih….keren aya. HAAA…..Aku sekarang kuliah di UNNES Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, sekarang dah semester 6.  Kata orang sih kalo lulus dari sini aku bisa jadi guru. Sebenernya aku ga mau jadi guru. Gajinya kecil. Huh….!!tapi apa boleh buat, udah terlanjur masuk sini sih.

Aku baru coba-coba nulis diblog. Ini aja gara-gara dapet tugas jurnalistik dari dosen, kalo ga aku ga kepikiran buat bikin blog. Bikinnya juga dibantuin ma Muji, dia temen sekelasku. Sebelumnya dia udah punya blog dulu sih. Salut ih ma dia, tanggap banget kalo soal dunia maya.

Aku suka motrat-motret. Moto pa aja deh, moment yang bagus aku potretin. Ya…..masih amatiran sih. Motretnya pake kamera HP 7610. Abis belum punya uang sendiri buat beli kamera yang bagus sih. Biasanya aku motretin diri aku sendiri (ih…narsis!), temen-temen, pantai, bunga, kucing, ma apa aja deh yang bagus buat dipotret. Sampai sekarang dah lumayan banyak hasil jepretanku. Aku pengin banget pasang foto-foto hasil jepretanku di blogku, biar temen-temenku bisa lihat wajah-wajah mereka dan ga perlu repot2 minjem Flash ku (takut kena virus…hiii…). tapi bisa ga ya?

Buat kalian yang baca blogku, tolongin aku donk. Kasih tau gimana bikin album foto diblog. Aku tunggu lho…..thanks…

Mei 12, 2008

Pesona Pantai Teluk Penyu

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — dinapooh @ 6:01 am

Teluk Penyu merupakan kawasan pantai di selatan Kabupaten Cilacap, utamanya sepanjang pesisir dari Kecamatan Cilacap Selatan yang lokasinya tidak langsung berhubungan dengan Samudera Hindia atau Indonesia karena dikelilingi oleh Pulau Nusakambangan. Pantai Teluk Penyu berjarak 2 Km ke arah timur dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Cilacap dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi.

Teluk ini memiliki pemandangan yang indah dan menyegarkan dengan luas kira-kira 14 ha. Area Teluk Penyu yang biasa dikunjungi oleh para pengunjung (utamanya penduduk dan wisatawan lokal) biasanya mulai dari pelabuhan perikanan Samudera dari hingga bibir pantai yang biasa disebut Areal 70 (merujuk kepada sebutan masyarakat sekitar terhadap kawasan tangki-tangki penimbunan bahan bakar dari PT Pertamina UP IV). Dari Areal 70 kita bisa melihat langsung Pulau Nusakambangan dari bibir pantai. Tapi, Areal 70 hanya dibuka sampai pukul 6 sore dan lebih dari pukul 6 sore jalan akses menuju Areal 70 ditutup oleh petugas.

Di Areal 70 dekat dengan kilang minyak pengunjung juga dapat melihat objek wisata objek wisata sejarah Benteng Pendem. Benteng Pendem dahulunya merupakan markas pertahanan tentara Belanda di Cilacap, Jawa Tengah yang didisain oleh arsitek Belanda. Di dalam Banteng Pendem kita dapat melihat bangunan-bangunan peninggalan Belanda seperti barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, klinik pengobatan, gudang senjata, gudang mesiu, ruang penjara, dapur, ruang perwira, dan ruang peluru.

Kawasan wisata Pantai Teluk Penyu ini ramai dikunjungi pada waktu pagi dan sore hari oleh para penduduk Kota Cilacap. Mereka senang berkunjung pada waktu pagi dan sore hari karena pada waktu itu mereka dapat melihat pemandangan sunrise dan sunset yang sangat indah dari tepi pantai. Siang harinya lebih banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal, utamanya pada masa-masa libur sekolah atau pada hari-hari besar/libur. Setiap tanggal 1 Muharram atau tanggal 1 Suro kita dapat menyaksikan acara Sedekah Laut di Pantai Teluk Penyu. Sedekah laut adalah tradisi yang terus dipelihara masyarakat Cilacap. Setiap tahun upacara ini diselenggarakan, sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perlindungan dan rezeki bagi nelayan Cilacap. Tradisi ini juga sebagai wujud penghormatan kepada Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul.

Di pantai ini kita dapat bermain ombak dan pasir atau hanya sekadar duduk-duduk di tanggul atau di bangunan pemecah ombak sambil menikmati deburan ombak dan segarnya angin laut. Namun, kalau mau berenang harus hati-hati karena ombaknya cukup besar. Puas bermain pasir dan air, kita bisa membilas tubuh dengan air bersih di kamar mandi yang sudah disediakan di tepi pantai. Jadi, sampai di rumah sudah bersih dan tidak gatal-gatal.

Selain bermain pasir dan air, kita juga dapat mengelilingi Pulau Nusakambangan menggunakan perahu kecil yang disewakan para nelayan. Bahkan saat hari Idul Fitri para nelayan akan membawa kita menepi di pantai pasir putih yang ada di tepi Pulau Nusakambangan.

Pengunjung tidak perlu takut kelaparan di sana karena di sepanjang pantai ada banyak warung atau pedagang kaki lima yang menyediakan beragam kuliner dengan harga terjangkau. Ada bakso, mie ayam, nasi goreng, rames, opor ayam, bubur ayam, dan masih banyak lagi. Dari arah pintu masuk area wisata Pantai Teluk Penyu juga banyak berdiri kios-kios/warung yang menjajakan ikan asin kering serta ikan-ikan segar/basah yang siap langsung dibakar atau dimasak sesuai dengan keinginan kita. Selain itu, kita juga dapat membeli aneka kerajinan kerang dan souvenir lainnya untuk cinderamata di sepanjang koridor jalan masuk lokasi wisata ini.

Untuk menikmati panorama laut Pantai Teluk Penyu kita cukup membayar tiket masuk sebesar dua ribu lima ratus rupiah per orang. Tapi, kalau kita datang ke pantai sebelum pukul tujuh pagi kita tidak perlu membayar tiket masuk alias gratis karena petugas penjual tiketnya baru datang setelah pukul tujuh pagi.

 

Mei 5, 2008

Unnes Bercita-cita Go Internasional

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — dinapooh @ 9:06 am

Unnes adalah salah satu Universitas Negeri yang ada di Semarang yang terletak di barat kota Semarang, tepatnya di kabupaten Gunung Pati. Unnes merupakan perkembangan dari IKIP Semarang. Dulu, orang lebih mengenal Unnes sebagai universitas yang mengutamakan jurusan Ilmu Pendidikan, tapi menjelang abad ke-20, Unnes mulai membuka jurusan Ilmu murni. Selain itu, program pasca sarjana juga dibuka di Unnes. Unnes adalah Universitas yang terdiri atas delapan fakultas yaitu fakultas ilmu pendidikan (FIP), fakultas bahasa dan seni (FBS), fakultas ilmu sosial (FIS), fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA), fakultas teknik (FT), fakultas ilmu keolahragaan (FIK), fakultas ekonomi (FE), dan yang baru saja dibuka adalah fakultas hukum (FH). Masing-masing fakultas ini terdiri atas beberapa jurusan yang rata-rata mahasiswanya sangat banyak. Fasilitas dari masing-masing fakultas sangatlah bervariasi dan dapat pula dianggap lengkap. Namun, dilihat dari segi mahasiswa fasilitas tersebut belum digunakan secara maksimal.

Seiring berjalannya waktu, Unnes mulai berani bersaing dengan universitas negeri lain di kota Semarang semisal Undip, dan universitas lain di Indonesia. Unnes memperkenalkan dirinya lewat LKTM (Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa). Unnes pernah menjuarai LKTM tingkat nasional dan masih banyak lagi prestasi yang dihasilkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Unnes. Alumni dari Unnes sendiri juga mampu bersaing dengan alumni universitas lain. Jadi dapat dilihat bahwa sumber daya manusia di Unnes juga banyak yang berkualitas walaupun ada sebagian kecil mahasiswanya kurang dalam kualitas dan kuantitasnya.

Unnes yang dulunya hanya bercita-cita menjadi universitas berskala nasional sekarang ingin lebih meningkat menjadi go internasional. Namun siapkah mahasiswa Unnes untuk mencapai cita-cita tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan di atas Unnes harus lebih berbenah diri. Sebenarnya masih banyak keluhan mengenai sistem pendidikan yang dilakukan di Unnes. Keluhan itu dapat berupa sistem registrasi yang selalu berganti-ganti tiap tahunnya sehingga tidak hanya mahasiswa yang dipusingkan tetapi dosen juga ikut menjadi korban berubahnya sistem registrasi. Dulu, Unnes hanya memakai registrasi secara manual tapi demi cita-cita Unnes tersebut semua diubah menjadi siatem on line yang serba internet. Kali pertama digunakannya sistem tersebut membuat para mahasiswa kesulitan dan mengeluarkan banyak uang untuk pergi ke warnet demi mengisi KRS (Kartu Rencana Studi) dan melihat KHS (Kartu Hasil Studi) karena di jurusan masing-masing belum terdapat fasilitas internet. Selain itu, jaringan dari alamat web site Unnes masih sulit untuk dibuka membuat mahasiswa menjadi tambah bingung.

Kendala di atas akhirnya dapat diatasi setelah sistem tersebut berulang kali dilakukan untuk registrasi. Setelah kendala tersebut dapat terselesaikan, masih banyak lagi masalah seperti terbatasnya ruang belajar dan sering terjadinya berebut ruang antar dosen, seperti yang terjadi di gedung B1. Gedung ini menampung dua jurusan yaitu jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia serta jurusan Bahasa dan Sastra Jawa yang masing-masing jurusan terdiri atas dua prodi sehingga gedung ini selalu menampung banyak mahasiswa yang kadang berebut ruang untuk kuliah. Jika ruang perkuliahan penuh, dosen lebih memilih berkuliah di Gazebo atau taman yang ada di sekitar gedung. Untuk mengatasi masalah tersebut jurusan menjadwalkan kuliah malam. Namun, cara ini pun dianggap kurang efektif. Hujan yang tiba-tiba mengguyur daerah Gunungpati di waktu malam membuat mahasiswa enggan keluar dari kos untuk kuliah. Belum lagi pemadaman listrik yang biasanya mengiringi datangnya hujan.

Dan, baru-baru ini terdapat masalah tentang semrawutnya pemasukan nilai SP (Semester Pendek) yang dikarenakan adanya perubahan sistem dan kurikulum. Jalur pemasukan nilai SP ini mulai terbengkelai sejak sistem online diberlakukan sehingga banyak kalangan mahasiswa yang juga mengeluh.  Nilai SP yang tidak keluar disebabkan karena kesalahan penulisan nomor induk mahasiswa dan keterlambatan mengambil bukti nilai SP.

Problem tersebut merupakan sebagian masalah yang ada di Unnes yang harus dikaji sebelum Unnes meraih cita-citanya untuk go internasional. Sumber daya manusia di Unnes merupakan pemikir yang nantinya akan menjadi pemecahan dari masalah tersebut. Sebaiknya Unnes sebagai universitas negeri hendaknya lebih banyak melakukan sosialisasi tentang sistem-sistem baru atau kebijakan-kebijakan yang dicoba diterapkan kepada semua warga Unnes tak terkecuali dosen sehingga kemajuan dapat dilakukan dan cita-cita go internasional dapat tercapai tanpa harus merugikan pihak lain.

 

 

Pementasan Teater Lingkar “ Sekolah Unggulan” di FBS Unnes.

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — dinapooh @ 9:04 am

…..Tembangmu apik ngger.

…..Apik ning ora payu mbok

…..Aku arep nunggu tekane sekolah kang cocok kanggo ilat lan atiku, Mbok.

…..Aja ngimpi ngger, tenan ora ono wong rekasa yen urip entuk ngarani.

…..Tek jajale yen urip isih ana sing ditunggu, isih isa ngarani, Mbok.

…..Kapan, kapan ngger….????

 

…..Nyanyianmu bagus nak.

…..Bagus tapi nggak laku Bu

…..Aku mau menunggu datangnya sekolah yang cocok untuk lidah dan hatiku, Bu.

…..Jangan mimpi Nak, benar tidak ada orang susah kalau hidup bisa boleh memilih.

…..Aku coba kalau hidup masih ada yang ditunggu, masih bisa memilih, Bu.

…..Kapan, kapan nak…..????

 

                Itulah sepenggal dialog yang dibawakan teater Lingkar dalam lakon “Sekolah Unggulan” yang digelar di Gedung B6, FBS, Unnes, Selasa malam (29/4). Hima Bahasa dan Sastra Jawa menyelenggarakan pementasan tersebut dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional yang akan kita peringati tanggal 2 Mei nanti. Lakon “Sekolah Unggulan” mengisahkan tentang sebuah sekolah unggulan yang sedang membuka pendaftaran murid baru. Sekolah tersebut membanggakan sistem pembelajaran mereka agar warga sekitar mau menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Mereka menjamin semua anak yang bersekolah di situ pasti akan lulus dan menjadi orang yang sukses. Akhir cerita kedua orangtua salah seorang murid meninggal dunia karena mengetahui anak mereka tidak lulus dalam ujian akhir di sekolah unggulan tersebut. Anak itu tidak diluluskan karena tembang Jawa yang ia nyanyikan dengan baik dan runtut saat ujian akhir ternyata tidak lucu dan tidak bisa membuat tertawa tuan guru.

Pementasan yang berdurasi kurang lebih 2 jam ini dipimpin oleh Dhananjaya dan disutradarai oleh Maston serta dibantu oleh Prie. G. S sebagai penulis naskah. Pementasan juga didukung tata rias/busana dari Jeng Dhien, penata panggung oleh Alfianto, dan penata lampu oleh Mahfud. Lakon “Sekolah Unggulan” ini dimainkan oleh mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa semester empat. Sejumlah dosen Bahasa dan Sastra Jawa juga turut bermain dalam pertunjukkan itu. Pelakon dalam teater tersebut adalah tuan guru oleh Budi Bobo, Pranotocara oleh Roso Power, wali murid 1 oleh Wiwik, wali murid 2 oleh Prih Raharjo, murid 1 oleh Dhodok, murid 2 oleh Dwi Imut, Murid 3 oleh Jeng Siti, Murid 4 oleh Pandu, Murid 5 oleh Dina, Murid enam oleh Adhie, Srikandhi oleh Liston, Simbok oleh Jeng Sri, Bapak oleh Basuki.

Pertunjukkan teater yang diilustrasi oleh Fai, Kris Ganja, Teguh Ari, dan Iqbal ini mampu menyedot perhatian mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unnes. Buktinya, acara ini dihadiri sekitar 1000 orang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unnes dan sejumlah dosen jurusan Bahasa dan Sastra Jawa serta sejumlah wartawan dari luar Unnes. Walaupun harga tiket Rp 4000,00 penonton masih tetap membanjiri gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni Unnes.

Sayangnya, pementasan teater lingkar ini disajikan menggunakan bahasa Jawa sehingga membuat penonton bosan dan kurang memahami alur ceritanya. Banyak penonton yang mengantuk dan mengobrol dengan temannya. Namun, pertunjukkan menjadi meriah lagi saat Srikandhi yang dilakonkan oleh Liston menuju ke panggung. Lakon yang dimainkan Srikandhi sangat menghibur dan membuat para penonton tertawa melihat tingkahnya.

Saat pertunjukkan ini berlangsung penonton terpaksa menikmati pertunjukkan dengan duduk lesehan karena hanya disediakan karpet dari panitia. Karpet yang disediakan pun hanya beberapa buah saja sehingga ada beberapa penonton yang tidak bisa duduk di karpet. Ada juga yang lebih memilih duduk di depan pintu samping kanan-kiri gedung B6. Mereka lebih memilih duduk di situ karena bisa bersender pada pintu dan meluruskan kaki. Penonton merasa kecewa karena tiket yang mereka bayar tidak bisa memberikan mereka kenyamanan saat menonton pertunjukkan.

Acara ini selesai sekitar pukul 22.30 WIB dan ditutup dengan musik akhir oleh para illustrator. Semua penonton merasa puas menonton pertunjukkan tersebut. Selain pementasannya dikemas dengan menarik dan sangat menghibur kita juga dapat menambah wawasan kita mengenai dunia pendidikan sekarang ini.

Blog pada WordPress.com.